demon search engine

Loading

Jumat, 30 Oktober 2009

senja

wanita tua itu masih terus memainkan tangannya pada sebuah kain dan jarum jahit yang dipadu dengan benang. sudah tidak banyak lagi yang bisa dilakukan olehnya, seiring dengan semakin tegasnya kerutan diwajah. dia lebih banyak menghabiskan waktu di teras rumah sambil memandangi langit sore. sesekali menoleh untuk melihat sesosok lelaki tua renta yang duduk di kursi goyang di sampingnya yang kadang matanya terpejam.
wanita tua, "sebaiknya kamu ambil tongkat itu lalu pergi untuk tidur."
lelaki tua itu tidak menjawab dan masih terus duduk sambil menggoyangkan kursinya. goyangan dari kursi itu menimbulkan suara yang sangat khas. suara yang perlahan dan terus berulang-ulang. sangat begitu khas.
wanita tua, "tau kah kamu, wajah mu, semakin banyak garis kerut yang melintang di dahi mu."
lelaki tua, "ya.. begitu juga kamu. setidaknya kamu masih tetap disini."
sambil tetap meneruskan sulamannya pada kain, wanita tua itu tersenyum kecil mendengar perkataan lelaki tua. sesekali membenarkan posisi kacamata yang terpasang di wajahnya.
wanita tua, "kau masih sama seperti dulu, masih tetap membuat ku selalu tersenyum."
lelaki tua itu lalu meminum kopi yang ada di meja samping dimana ia duduk.
lelaki tua, "dan kamu masih terus bisa membuat kopi untuk aku minum. hanya saja rambut mu yang semakin memutih."
senja semakin memerah, diikuti matahari yang semakin menepi.
wanita tua, "kamu masih bisa dengan jelas melihat langit itu?"
pria tua, "tidak ada yang berubah dari langit itu, dia masih terlihat jingga."
wanita tua itu hanya terkikih kecil mendengar perkataan sang lelaki tua. lalu memutuskan untuk terus menyulam kain yang ada dipangkuannya.
wanita tua, "kehidupan berjalan layaknya hari. terus berputar, dari pagi menuju senja lalu beranjak untuk malam. sudah tidak banyak lagi yang bisa aku lakukan saat ini."
lelaki tua, "setidaknya kamu masih bisa menyulam pakaian untuk ku."
adzan magrib mulai berkumandang dari surau-surau, disusul dengan tak terdengar lagi suara khas dari kursi goyang. lelaki tua itu sudah memejamkan matanya. wanita tua menaruh jarum jahit dan sulaman lalu berjalan untuk mengambilkan sebuah selimut.

Tidak ada komentar: